MENEGUHKAN SUMPAH PEMUDA DAN KESAKTIAN PANCASILA, FISIP UNWAR TV GELAR TALK SHOW BERTAJUK PANCASILA DAN SUMPAH PEMUDA

Denpasar, 28 Oktober 2019

Bulan Oktober merupakan bulan yang bersejarah, 1 Oktober diperingati sebagai hari Kesaktian Pancasila dan 28 Oktober diperingati sebagai hari Sumpah Pemuda. Dan pada hari ini pemuda hadir guna memikirkan kembali sudahkah mereka meneguhkan sumpahnya dan menjadikan Pancasila sebagai kesaktiannya.

Pemuda merupakan garda terdepan untuk melanjutkan perjuangan kemerdekaan bangsa ini, sejarah sudah mengukir mengukir perjangan pemuda sebagai “pelopor” kemerdekaan bangsa Indonesia. Hal tersebut menjadi bukti bahwa pemuda memiliki peran yang sangat besar dalam keberhasilan suatu bangsa. Atas dasar itulah perjuangan tersebut harus kembali digalakkan, dengan dilaksnaakannya kegiatan talk show yang bertajuk “Kesaktian Pancasila dan Sumpah Pemuda” yang digelar oleh FISIP UnwarTV bekerjasama dengan Literasikita.com yang dilaksanakan di Auditorium Widya Sabha Utama Universitas Warmadewa.

Kegiatan talk show ini dibuka oleh MC dan dilanjutkan dengan sambutan-sambutan yang pertama oleh Ketua FISIP TV Dinda Kalpika, dilanjutkan dengan sambutan Dekan Fakultas Ilmu Social dan Ilmu Politik Drs. I Wayan Mirta, M.Si dan terakhir dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Warmadewa Bapak Prof. Dr. I Dewa Putu Widjana, DAP&E.Sp. ParK yang dalam sambutannya juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia FISIPTV karena telah mampu menyelenggarakan kegiatan sebesar ini.

Adapun ketiga pemeteri yang mengisi Talk Show hari ini terdiri dari Mohamad Mirdal Akib selaku CEO Media Group dan CFO MetroTV, Eka Mahardika selaku Founder Literasikita.com dan Agus Wibawa selaku Aktivis FISIP Unwar. Talk Show diawali dengan pandangan tentang kondisi generasi muda di era sekarang oleh masing-masing pemateri.

Agus Wibawa, meyampaikan bahwa pemuda dengan banyaknya kejadian di tahun 2019 ini seperti demo, mahasiswa harusnya tidak terprovokasi dan lebih memilih mengkaji terlebih dahulu permasalahan yang ada.

“kunci agar pemuda tidak terprofokasi adalah memperluas wawasan” tegas agus wibawa.

Selain itu talkshow juga membahas keadilan social khususnya dibidang Pendidikan. Dimana menurut Eka Mahardika tentunya Pendidikan di era sekarang masih belum bisa dikatakan merata namun ini juga kembali pada peran pemuda itu sendiri.

“Pilihan itu ada dikita sebagai generasi muda, jangan terus berfikir menjadi agent of change tapi jadilah generasi muda yang mampu menjadi agent of solution”, ujar Eka mahardika.

Mohamad mirdal akib yang menyampaikan dari sisi toknologi sendiri mengatakan bahwa Indonesia menjadi negara terbanyak nomor empat dalam pengguna Handphone di dunia. Itu berarti teknologi sangat berpengaruh pada generasi muda di era sekarang.

“Karena 20 tahun daei sekarang adalah 100 tahun Indonesia merdeka, sejalan dengan itu harapan bangsa Indonesia juga bisa mencapai posisi empat besar ekonomi dunia, dan kita juga tidak boleh diperbudak oleh teknologi”, ujar Mirdal.

Acara ini kemudian ditutup dengan kesimpulan oleh masing-masing pemateri sebagai closing statement dari talkshow ini, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi. Antusias terjadi ketika banyak sekali peserta yang ingin bertanya hal tersebut juga mengisyaratkan bahwa pemuda sudah mulai peka terhadap tugasnya yaitu meneruskan marwah perjuangan pemuda bangsa Indonesia terdahulu. (28/10)

     Rosita/001/FISIPTV

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*